24 April 2012

Polusi Udara di Jakarta


Jakarta merupakan ibukota negara Republik Indonesia yang menjadi pusat dan kiblat dari semua daerah yang ada di dalamnya. Jakarta adalah kota yang paling sukses dan makmur dari kota-kota lainnya. Di balik kesuksesannya itu ternyata Jakarta memiliki segudang permasalahan yang menanti untuk diselesaikan.
Salah satu dari sekian banyak permasalahan itu terdapat masalah lingkungan. Lingkungan Jakarta kini sudah tidak asri dan nyaman untuk ditinggali. Udara Kota DKI Jakarta adalah udara yang termasuk terburuk di dunia yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan bagi para penduduknya. Lihat saja langit Jakarta yang semakin lama semakin kelam oleh Kabut Haze / Polusi yang dihasilkan dari aktifitas manusia yang tinggal di dalamnya.
Kabut udara yang menyelimuti kota Jakarta di pagi, siang, sore dan malam hari bukanlah kabut yang mengandung udara sejuk yang menyegarkan, namun merupakan kepulan kabut asap racun yang siap mengantar anda menuju rumah sakit dalam tempo cepat ataupun lambat. Kabut tersebut tentu saja tidak terjadi dengan sendirinya. Haze Polution tersebut diciptakan oleh manusia yang ada di sekitarnya baik disadari maupun tidak disadari.
Berikut ini adalah beberapa penyebab terjadi polusi di Jakarta beserta sedikit solusi untuk mengatasinya :
1. Asap Kendaraan Bermotor
Setiap harinya Kota DKI Jakarta melahirkan kendaraan bermotor baru yang tentu saja menambah volume gas buangan emisi kendaraan bermotor yang beracun serta berbahaya untuk dihirup oleh makhluk hidup pada umumnya. Untuk mengatasinya diperlukan pembatasan jumlah kendaraan bermotor secara adil untuk semua lapisan masyarakat, mewajibkan produsen mobil baru hanya menjual kendaraan bermotor berbahan bakar ramah lingkungan, mengganti kendaraan umum dengan yang ramah lingkungan, memperbanyak busway berbahan bakar bbg, menilang kendaraan bermotor yang mengeluarkan emisi berlebih serta menerapkan program bepergian dengan kendaraan umum atau sepeda.
2. Asap Emisi Gas Buangan Pabrik
Asap buangan pabrik yang nakal dapat mengandung racun yang berbahaya bagi manusia di sekitarnya. Asap pabrik dapat menyebar mengikuti arah angin sehingga sangat mungkin untuk jatuh dan terhirup oleh orang-orang yang berada di lingkungan perumahan sekitar pabrik. Oleh sebab itu pemerintah harus dengan secara ketat mengawasi hasil gas buangan setiap pabrik yang ada atau merelokasi pabrik ke daerah atau area khusus pabrik.
3. Pembakaran Sampah
Jakarta menghasilkan banyak sampah perhari yang harus dibuang ke suatu tempat yang jauh. Terkadang untuk menyusutkan kuantitas sampah yang ada, orang-orang yang tidak bertanggung-jawab melakukan bakar sampah yang menghasilkan asap yang meyesakkan dada dengan kepulan asap percampuran partikel-partikel racun. Di samping itu kegiatan bakar samaph beresiko untuk membesar dan turut menghanguskan bangunan yang aa di sekelilingknya. Untuk menyelesaikan permasalah ini harus disosialisasikan larangan pembakaran sampah kepada masyarakat dengan sanksi yang jelas dan membuat jera.
4. Gas Buangan Perusak Ozon
Sadarkah kita bahwa ternyata produk-produk yang kita pakai setiap hari ternyata mengandung zat yang merusak ozon? Banyak produk seperti parfum semprot, hair spray, ac, kulkas, mengandung bahan chlorofluorocarbon atau disingkat CFC (bukan California Fried Chicken). Apabila anda menggunakan botol semprot dengan bahan propellant aerosol dan lain sebagainya yang merusak lapisan ozon / o3 maka tolaklah dan jangan dibeli atau digunakan lagi. Pemerintah harus sigap dalam melarang produsen barang-barang untuk menggunakan dan menghasilkan produk yang beresiko tinggi dapat merusak ozon agar sinar ultra violet tidak dapat masuk secara langsung ke Indonesia.
Demikianlah opini saya untuk membantu Jakarta bebas dari polusi udara yang parah agar kita semua dapat hidup sehat tanpa udara yang mengandung racun berbahaya.
5. Asap Rokok
Didukung bukti yang kuat dari dunia sains dan kedokteran, mereka beralasan bahwa rokok adalah candu, asap rokok sangat membahayakan kesehatan (penyebab kanker) dan rakyat AS banyak yang meninggal gara-gara merokok. Biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah negara bagian untuk menangani para pasien kanker akibat merokok sangat besar. Dengan alasan inilah mereka menuntut ganti rugi yang tidak sedikit. Karena ingin menghindari proses hukum yang lama dan berbelit-belit dan juga karena industri rokok ini takut jika terbukti bersalah di pengadilan mereka dipaksa membayar ganti rugi yang sangat besar jumlahnya, akhirnya mereka mengalah dan bersedia berdamai dengan memberikan settlement berupa uang ke masing-masing negara bagian yang mengajukan tuntutan.

Hal-hal untuk mengurangi polusi :
  1. Mengurangi jumlah mobil lalu lalang. Misalnya dengan jalan kaki, naik sepeda, kendaraan umum, atau naik satu kendaraan pribadi bersama teman-teman (car pooling).
  2. Selalu merawat mobil dengan seksama agar tidak boros bahan bakar dan asapnya tidak mengotori udara.
  3. Meminimalkan pemakaian AC. Pilihlah AC non-CFC dan hemat energi.
  4. Mematuhi batas kecepatan dan jangan membawa beban terlalu berat di mobil agar pemakaian bensin lebih efektif.
  5. Meminimalkan penggunaan bahan kimia.
  6. Membeli bensin yang bebas timbal (unleaded fuel).
  7. Memilih produk yang ramah lingkungan. Misalnya parfum non-CFC.
  8. Memakai plastik berulang kali. Sampah plastik sulit diurai dan kalau dibakar menimbulkan zat beracun.
  9. Tidak merokok.
  10. Memilah antara sampah basah dan sampah kering dan menyediakan tempat untuk keduanya.
  11. Memfotokopi secara bolak-balik atau memakai kertas yang sisinya masih kosong. Menghemat kertas berarti mengurangi penggundulan hutan. Bumi yang hijau dapat menyerap polusi lingkungan lebih baik.
  12. Menggunakan lampu dengan kapasitas yang tepat.
  13. Bila kita menggunakan kamar kecil, jangan lupa mematikan air setelah kita pakai. Ingat, semakin banyak air terbuang percuma berarti kita turut memboroskan sumber daya alam.
  14. Menghiasi rumah dan lingkungan dengan tanaman asli.
  15. Kalau toilet menggunakan pengharum ruangan, pilih yang tidak mengandung aerosol.
  16. Jangan membuang sampah sembarangan, terutama di sungai, selokan dan laut.
  17. Menggunakan lebih banyak barang-barang yang terbuat dari kaca/keramik, bukan plastik atau styrofoam.
  18. Sebisa mungkin menghindari menggunakan barang/produk dengan kemasan kecil (sachet) karena akan menambah jumlah sampah.
  19. Membiasakan menggosok gigi dengan menggunakan gelas, bukan menyalakan keran terus-menerus. Jangan sia-siakan air bersih.
  20. Sebisa mungkin menggunakan lap atau sapu tangan untuk menggantikan tisu yang terbuat dari kertas.
  21. Mengurangi belanja yang tidak perlu agar tidak menimbulkan sampah di kemudian hari.

Sumber :


http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/berita/polusi_udara_jakarta/

23 April 2012

TUGAS Bahasa Inggris 2 - Noun Clause

NOUN CLAUSE

Noun clause is a clause (i.e subject and verb) is used as a noun. Noun clause in the sentence is generally used as subject and object sentences.

Noun clauses can be initiated by:

  • Question word or relative pronoun question whether a single word or phrase:
* Single question word (i.e. when, how, what, ect.).
* Question word + determiner/ noun/ adjective / adverb.
* Question word + infinitive.
     *     Conjunction (i.e. whether dan if).
     *     That atau the fact that.

So the pattern of the noun clause is:

Question word/conjunction/that + subject + verb + …

A. Noun Clauses beginning with the words Question

In How to Address Questions were discussed about the use of the word good in making the information asked questions as well as in making the embedded questions. Embedded questions are noun clause. In this section provided additional examples to refresh your memory.

1. Single question words.

    Example:
·  Where she is now is still unknown.
·  When they arrive is still uncertain.
·  I know what you did last summer and I still know what you did last summer are two Hollywood movies starred by Jennifer Love Hewitt. Note: in this sentence, noun clause what you did last summer became the object of I know and I still know, and when combined with: two Hollywood movies are starred by Jennifer Love Hewitt, a compound subject of the sentence.

Noun clauses can be placed at the beginning of a sentence (as subject) or as an object. If you want to change the position of the subject noun clause object sentences into sentences, it is usually necessary pronoun or a slightly modified words. The above example becomes:

·  It is still unknown where she is now.
·  Do you know when they arrive?
·  Two Hollywood movies starred by Jennifer Love Hewitt are I know what you did last summer and I still know what you did last summer. Because the title of movies, noun clause what you did last summer did not need to be rotated position.

Note:

a) clause is begins by a question of certain words (ie when, Whenever, where) it can also function as an adverbial clause.

Example :

·  I was reading a book when the phone rang.
·  I went to where I and my ex girlfriend had been last weekend.
·  I suddenly get nausea whenever I see his face.

b) Clause is begins by a question of certain words (ie who, whom, Whose + noun) can also serve as an adjective clause. In this case, said the real question is the relative pronoun. Well, do not mess around with the term. What is important you understand the pattern / structure of the sentence. But, if you are curious, please read the topic adjective clauses.

Example :

  • I think you whom Mr. Dodi was looking for.
·    Mr. Dodi, who is a teacher, was looking for you at school.
·    Rommy, whose book was stolen last week, just bought another new book  
      yesterday.

2. Question words + ever/soever

Except how, at the end of question words can ever or soever be added Whenever = whensoever, whatever = whatsoever, and so on. Meaning here ever or soever the same, that it / was, living combined with a question word in front of him. Meanwhile, how + ever be however (ie adverb or also called transition words that mean yet / even if the case) are not included in this category.
Example :
·        We will accept whatever you want us to do.
·        Whoever can melt her feeling is a very lucky guy.
·        She has agreed to wherever the man would bring her.

3. Question words + nouns

Question words + nouns that are used among other things: what time (time), what day (any day), what time (time), what kind (kind), what type (what type), Whose + nouns (ie Whose car, Whose book, ect.), and so on.
Example :
  1. I can’t remember what day we will take the exam.
  2. As long as I am faithful, she doesn’t care what type of family I come from.
  3. Do you know what time it is?
  4. I don’t know whose car is parked in front of my house.

4. Question words + adjectives

Question + words frequently used adjectives such as: how long (how long / long), how far (how far), how old (how old / aged), ect.
Example :
  1. Man! She still looks young. Do you know how old she actually is?
  2. I am lost. Could you tell me how far it is from here to the post office?
  3. What a jerk. He didn’t even ask how long I had been waiting for him.

5. Question words + determiners.

Question determiners + words frequently used are: how many (how many) and how much (how much). Remember: how many plural nouns followed by, while how much uncountable nouns followed by ..
Example :
  1. Is there any correlation between how good he or she is in English and how many books he or she has?
  2. How much your English skill will improve is determined by how hard you practice.

6. Question words + adverbs.

Question words + adverbs are often used is: how Often (how often), how many times (how many times) ect.
Example :
  1. No matter how often I practice, my English still sucks.
  2. I don’t want my parents to know how many times I have left school early.

7. Question words + infinitives.

If the question was immediately followed by infinitives words, it implies invinitives should or can / could. Note that the subject after the question words removed.
Example :
  1. She didn’t know what to do = She didn’t know what she should do.
  2. Please tell me how to get the train station from here = Please tell me how I can get the train station from here.
  3. We haven’t decided when to go to the beach = We haven’t decided when we should go to the beach.
  4. Marry told us where to find her = Marry told us where we could find her.
B. Noun clauses beginning with whether / if

Whether could be followed by the OR / NOT can not; meaning of the sentence is usually the same, although OR / NOT is not mentioned (this depends on the context of the sentence). For use if, in addition to conjunctions discussed topic, the topic was also dealt with conditionals. Note: whether the same pronunciation with the weather (weather), his writing is also similar. Be careful, do not be confused.

Example :

  1. I am not sure whether she is coming or not = I am not sure whether or not she is coming = I am not sure whether she is coming
  2. We can’t decide whether we should go out or stay home. = We can’t decide whether to go or (to) stay home.
  3. I am not sure whether I should take economics or law after I graduate from high school.
  4. If you take economics, I will take economics. On the other hand, if you take law, I will take law too.
C. Noun clauses beginning with that / the fact That
That means that here, while the fact That means the fact that. Meanwhile, that means that the adjective clauses.

Example :
  1. That she has had a PhD degree at the age of 20 surprises a lot of people = It surprises a lot of people that she has had a PhD degree at the age of 20.
  2. It is the fact that the world is round = the fact that the world is round is well known.
  3. It was obvious that she was very sick = The fact that she was very sick was obvious.
  4. It seems that it is going to rain soon.

Sumber : http://swarabhaskara.com/parts-of-speech/noun-clauses/

3 April 2012

TUGAS Bahasa Inggris 2 - Conditional Sentence


Conditional Sentence

Conditional Sentences are also known as Conditional Clauses or If Clauses. They are used to express that the action in the main clause (without if) can only take place if a certain condition (in the clause with if) is fulfilled. There are three types of Conditional Sentences.

Conditional Sentence Type 1 :

→ It is possible and also very likely that the condition will be fulfilled.

Form : if+simple present,will-future

Example: * If I find her address, I’ll send her an invitation.

                * If my mom give me money, I’ll buy that book.

Conditional Sentence Type 2 :

→ It is possible but very unlikely, that the condition will be fulfilled.

Form : If+simple past,conditional I (= would + Infinitive)

Example: * If I found her address, I would send her an invitation.

                * If you invited me, I would come to your house.

Conditional Sentence Type 3 :

→ It is impossible that the condition will be fulfilled because it refers to the past.

Form : If+past perfect,conditional II (= would + have + Past Participle)

Example: * If I had found her address, I would have sent her an invitation.

                * If I had not gone to Jakarta yesterday, I would not have came late this                   

                   morning.

 

http://www.ego4u.com/en/cram-up/grammar/conditional-sentences

11 Maret 2012

TUGAS Pengantar Ekonomi Pembangunan - Kemiskinan

Kemiskinan sebagai suatu penyakit sosial ekonomi tidak hanya dialami oleh negara-negara yang sedang berkembang, tetapi juga negara-negara maju, seperti Inggris dan Amerika Serikat. Negara Inggris mengalami kemiskinan di penghujung tahun 1700-an pada era kebangkitan revolusi industri yang muncul di Eropa. Pada masa itu kaum miskin di Inggris berasal dari tenaga-tenaga kerja pabrik yang sebelumnya sebagai petani yang mendapatkan upah rendah, sehingga kemampuan daya belinya juga rendah. Mereka umumnya tinggal di permukiman kumuh yang rawan terhadap penyakit sosial lainnya, seperti prostitusi, kriminalitas, pengangguran. Berikut sedikit penjelasan mengenai kemiskinan yang sudah menjadi dilema mengglobal yang sangat sulit dicari cara pemecahan terbaiknya.
Definisi
Dalam kamus ilmiah populer, kata “Miskin” mengandung arti tidak berharta (harta yang ada tidak mencukupi kebutuhan). Adapun kata “fakir” diartikan sebagai orang yang sangat miskin. Secara Etimologi makna yang terkandung yaitu bahwa kemiskinan sarat dengan masalah konsumsi. Hal ini bermula sejak masa neo-klasik di mana kemiskinan hanya dilihat dari interaksi negatif (ketidakseimbangan) antara pekerja dan upah yang diperoleh. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka perkembangan arti definitif dari pada kemiskinan adalah sebuah keniscayaan. Berawal dari sekedar ketidakmampuan memenuhi kebutuhan konsumsi dasar dan memperbaiki keadaan hingga pengertian yang lebih luas yang memasukkan komponen-komponen sosial dan moral. Arti definitif ini lebih dikenal dengan kemiskinan struktural. Deskripsi lain, arti definitif kemiskinan yang mulai bergeser misal pada awal tahun 1990-an definisi kemiskinan tidak hanya berdasarkan tingkat pendapatan, tapi juga mencakup ketidakmampuan di bidang kesehatan, pendidikan dan perumahan. Di penghujung abad 20-an telah muncul arti definitif terbaru, yaitu bahwa kemiskinan juga mencakup kerentanan, ketidakberdayaan dan ketidakmampuan untuk menyampaikan aspirasi.
Amerika Serikat sebagai negara maju juga dihadapi masalah kemiskinan, terutama pada masa depresi dan resesi ekonomi tahun 1930-an. Pada tahun 1960-an Amerika Serikat tercatat sebagai negara adi daya dan terkaya di dunia. Sebagian besar penduduknya hidup dalam kecukupan. Bahkan Amerika Serikat telah banyak memberi bantuan kepada negara-negara lain. Namun, di balik keadaan itu tercatat sebanyak 32 juta orang atau seperenam dari jumlah penduduknya tergolong miskin.
Kemiskinan dapat dibedakan menjadi tiga pengertian: kemiskinan absolut, kemiskinan relatif dan kemiskinan kultural. Seseorang termasuk golongan miskin absolut apabila hasil pendapatannya berada di bawah garis kemiskinan, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum: pangan, sandang, kesehatan, papan, pendidikan. Seseorang yang tergolong miskin relatif sebenarnya telah hidup di atas garis kemiskinan namun masih berada di bawah kemampuan masyarakat sekitarnya. Sedang miskin kultural berkaitan erat dengan sikap seseorang atau sekelompok masyarakat yang tidak mau berusaha memperbaiki tingkat kehidupannya sekalipun ada usaha dari pihak lain yang membantunya.
  1. Indikator-indikator Kemiskinan
Untuk menuju solusi kemiskinan penting bagi kita untuk menelusuri secara detail indikator-indikator kemiskinan tersebut. Adapun indikator-indikator kemiskinan sebagaimana di kutip dari Badan Pusat Statistika, antara lain sebagi berikut:
1. Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan konsumsi dasar (sandang, pangan dan papan).
2. Tidak adanya akses terhadap kebutuhan hidup dasar lainnya (kesehatan, pendidikan, sanitasi, air bersih dan transportasi).
3. Tidak adanya jaminan masa depan (karena tiadanya investasi untuk pendidikan dan keluarga).
4. Kerentanan terhadap goncangan yang bersifat individual maupun massa.
5. Rendahnya kualitas sumber daya manusia dan terbatasnya sumber daya alam.
6. Kurangnya apresiasi dalam kegiatan sosial masyarakat.
7. Tidak adanya akses dalam lapangan kerja dan mata pencaharian yang berkesinambungan.
8. Ketidakmampuan untuk berusaha karena cacat fisik maupun mental.
9. Ketidakmampuan dan ketidaktergantungan sosial (anak-anak terlantar, wanita korban kekerasan rumah tangga, janda miskin, kelompok marginal dan terpencil).
  1. Penyebab Kemiskinan
Di bawah ini beberapa penyebab kemiskinan menurut pendapat Karimah Kuraiyyim. Yang antara lain adalah:
a. Merosotnya standar perkembangan pendapatan per-kapita secara global.
Yang penting digarisbawahi di sini adalah bahwa standar pendapatan per-kapita bergerak seimbang dengan produktivitas yang ada pada suatu sistem. Jikalau produktivitas berangsur meningkat maka pendapatan per-kapita pun akan naik. Begitu pula sebaliknya, seandainya produktivitas menyusut maka pendapatan per-kapita akan turun beriringan.
Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi kemerosotan standar perkembangan pendapatan per-kapita:
a) Naiknya standar perkembangan suatu daerah.
b) Politik ekonomi yang tidak sehat.
c) Faktor-faktor luar negeri, diantaranya: rusaknya syarat-syarat perdagangan, beban hutang, kurangnya bantuan luar negeri, dan perang.
b. Menurunnya etos kerja dan produktivitas masyarakat.
Terlihat jelas faktor ini sangat urgen dalam pengaruhnya terhadap kemiskinan. Oleh karena itu, untuk menaikkan etos kerja dan produktivitas masyarakat harus didukung dengan SDA dan SDM yang bagus, serta jaminan kesehatan dan pendidikan yang bisa dipertanggungjawabkan dengan maksimal
c. Biaya kehidupan yang tinggi.
Melonjak tingginya biaya kehidupan di suatu daerah adalah sebagai akibat dari tidak adanya keseimbangan pendapatan atau gaji masyarakat. Tentunya kemiskinan adalah konsekuensi logis dari realita di atas. Hal ini bisa disebabkan oleh karena kurangnya tenaga kerja ahli, lemahnya peranan wanita di depan publik dan banyaknya pengangguran.
d. Pembagian subsidi in come pemerintah yang kurang merata.
Hal ini selain menyulitkan akan terpenuhinya kebutuhan pokok dan jaminan keamanan untuk para warga miskin, juga secara tidak langsung mematikan sumber pemasukan warga. Bahkan di sisi lain rakyat miskin masih terbebani oleh pajak negara.
  1. Kebijakan dan Program Penuntasan Kemiskinan
Upaya penanggulangan kemiskinan Indonesia telah dilakukan dan menempatkan penanggulangan kemiskinan sebagai prioritas utama kebijakan pembangunan nasional. Kebijakan kemiskinan merupakan prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2004-2009 dan dijabarkan lebih rinci dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) setiap tahun serta digunakan sebagai acuan bagi kementrian, lembaga dan pemerintah daerah dalam pelaksanaan pembangunan tahunan.
Sebagai wujud gerakan bersama dalam mengatasi kemiskinan dan mencapai Tujuan pembangunan Milenium, Strategi Nasional Pembangunan Kemiskinan (SPNK) telah disusun melalui proses partisipatif dengan melibatkan seluruh stakeholders pembangunan di Indonesia. Selain itu, sekitar 60 % pemerintah kabupaten/ kota telah membentuk Komite penanggulangan Kemiskinan Daerah (KPKD) dan menyusun Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (SPKD) sebagai dasar arus utama penanggulangan kemiskinan di daerah dan mendorong gerakan sosial dalam mengatasi kemiskinan.
Adapun langkah jangka pendek yang diprioritaskan antara lain sebagai berikut:
a) Mengurangi kesenjangan antar daerah dengan; (i) penyediaan sarana-sarana irigasi, air bersih dan sanitasi dasar terutama daerah-daerah langka sumber air bersih. (ii) pembangunan jalan, jembatan, dan dermaga daerah-daerah tertinggal. (iii) redistribusi sumber dana kepada daerah-daerah yang memiliki pendapatan rendah dengan instrumen Dana Alokasi Khusus (DAK) .
b) Perluasan kesempatan kerja dan berusaha dilakukan melalui bantuan dana stimulan untuk modal usaha, pelatihan keterampilan kerja dan meningkatkan investasi dan revitalisasi industri.
c) Khusus untuk pemenuhan sarana hak dasar penduduk miskin diberikan pelayanan antara lain (i) pendidikan gratis sebagai penuntasan program belajar 9 tahun termasuk tunjangan bagi murid yang kurang mampu (ii) jaminan pemeliharaan kesehatan gratis bagi penduduk miskin di puskesmas dan rumah sakit kelas tiga.

Di bawah ini merupakan contoh dari upaya mengatasi kemiskinan di Indonesia.
Contoh dari upaya kemiskinan adalah di propinsi Jawa Barat tepatnya di Bandung dengan diadakannya Bandung Peduli yang dibentuk pada tanggal 23 – 25 Februari 1998. Bandung Peduli adalah gerakan kemanusiaan yang memfokuskan kegiatannya pada upaya menolong orang kelaparan, dan mengentaskan orang-orang yang berada di bawah garis kemiskinan. Dalam melakukan kegiatan, Bandung Peduli berpegang teguh pada wawasan kemanusiaan, tanpa mengindahkan perbedaan suku, ras, agama, kepercayaan, ataupun haluan politik.
Oleh karena sumbangan dari para dermawan tidak terlalu besar bila dibandingkan dengan permasalahan kelaparan dan kemiskinan yang dihadapi, maka Bandung Peduli melakukan targetting dengan sasaran bahwa orang yang dibantu tinggal di Kabupaten/ Kotamadya Bandung, dan mereka yang tergolong fakir. Golongan fakir yang dimaksud adalah orang yang miskin sekali dan paling miskin bila diukur dengan “Ekuivalen Nilai Tukar Beras”.

1. Kesimpulan
Berdasarkan latar belakang, perumusan masalah yang telah diuraikan di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut:
Masalah dasar pengentasan kemiskinan bermula dari sikap pemaknaan kita terhadap kemiskinan. Kemiskinan adalah suatu hal yang alami dalam kehidupan. Dalam artian bahwa semakin meningkatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi maka kebutuhan pun akan semakin banyak. Pengentasan masalah kemiskinan ini bukan hanya kewajiban dari pemerintah, melainkan masyarakat pun harus menyadari bahwa penyakit sosial ini adalah tugas dan tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat. Ketika terjalin kerja sama yang romantis baik dari pemerintah, nonpemerintah dan semua lini masyarakat. Dengan digalakkannya hal ini, tidak perlu sampai 2030 kemiskinan akan mencapai hasil yang seminimal mungkin.

2. Saran
Dalam menghadapi kemiskinan di zaman global diperlukan usaha-usaha yang lebih kreatif, inovatif, dan eksploratif. Selain itu, globalisasi membuka peluang untuk meningkatkan partisipasi masyarakat Indonesia yang unggul untuk lebih eksploratif. Di dalam menghadapi zaman globalisasi ke depan mau tidak mau dengan meningkatkan kualitas SDM dalam pengetahuan, wawasan, skill, mentalitas, dan moralitas yang standarnya adalah standar global.

DAFTAR PUSTAKA
Nugroho, Gunarso Dwi.2006. Modul Globalisasi. Banyumas. CV. Cahaya Pustaka
Santoso Slamet, dkk. 2005. Pendidikan Kewarganegaraan. Unsoed : Purwokerto.
Santoso, Djoko. 2007. Wawasan Kebangsaan. Yogyakarta. The Indonesian Army Press
Riyadi, Slamet dkk. 2006. Kewarganegaraan Untuk SMA/ MA. Banyumas. CV. Cahaya Pustaka.
www.pu.go.id/publik/p2kp/des/memahami99.html
www.geocities.com/rainforest/canopy/8087/miskin.html
http://fosmake.blogspot.com/20/07/08/kemiskinan-25.html
http://lasonearth.wordpress.com/makalah/makalah-kewarganegaraan-kemiskinan/

9 Maret 2012

TUGAS Bahasa Inggris 2 - Adverbial Clause

Definition and Types of Adverbial Clause
Definition of Adverbial Clause

Clause (the clause) that functions as an adverb, which describes a verb. Adverbial clause is usually classified based on the "meaning / intent" of the conjunction (conjunctions which preceded it).

Types of Adverbial Clause :

1.
Clause of Time

Clause which shows the time. Usually made ​​by using the conjunction (connecting word) such as after, before, no sooner, while, as, etc.
example:


Shut the door before you go out.
You may begin when(ever) you are ready.
While he was walking home, he saw an accident.

2.
Clause of Place

Clause that indicates the place. Usually made ​​by using the conjunction as where, nowhere, anywhere, wherever, etc.
example:

They sat down wherever they could find empty seats
The guard stood where he was positioned.
Where there is a will, there is a way.

3.
Clause of Contrast (or Concession)

Clause that indicates the existence of a conflict between two events or events that are related. Usually made ​​by using the conjunction (connecting word) such as although, though, even though, whereas, even if, in spite of, as the time, etc.
example:

As the time you were sleeping, we were working hard.
Mary wanted to stop, whereas I wanted to go on.
Although it is late, we'll stay a little longer.

4.
Clause of Manner

Clause which shows the way how a job is done or event occurs. Usually made ​​by using the conjunction (connecting word) such as, how, like, in that, etc.
example:

He did as I told him.
You may finish it how you like.
They may beat us again, like they did in 1978.

5.
Clause of Purpose and Result

Clause which shows the relationship intentions / objectives and outcomes. Usually made ​​by using conjunctions such as (in order) that, so that, in the hope that, to the end that, lest, in case, etc.
example:

They went to the movie early (in order) to find the best seats.
She bought a book so (that) she could learn English
He is saving his money so that he may take a long vacation.

6.
Clause of Cause and Effect

Clause indicating cause and effect relationships. There are some patterns to form this type of clause.
example:

Ryan ran so fast that he broke the previous speed record.
It was so cold yesterday that I didn't want to swim.
The soup tastes so good that everyone will ask for more.

http://apaan-nih-albasiir.blogspot.com/2011/02/pengertian-dan-jenis-adverbial-clause.html

5 Maret 2012

TUGAS Bahasa Inggris 2 Drugs


DRUGS

-         Cocaine
Cocaine is a drug made from the leaves of the coca plant. It is like white crystal powder. It can be snarted or mixed with water and injected. The effects of using cocaine apper right after a single use. It can increase the energy, heart beat, blood pressure, but decrease appetite. It can lead to medical complications such as heart-attacks, respiratory problema, stroke and stomach problem.

-         Ecstasy
Ecstasy is a synthetic drug. Ecstasy usually comes in the form of pills. It is usually swallowed. Users sometimes take ecstasy for extra power and for mood enhancement. During and some weeks after taking ecstasy, users will have psychological difficulties, such as depression, sleep problems and physical problem, such as a dry mouth, muschle pain, blurred vision, faintness and cold or sweating.

-         Amphetamines
An amphetamine is a drug that affects the brain. The users take in tablet or pill forms. The users take it by inhaling, injecting, or swallowing it. It can cause hallucinations and the users can also become very active. Using a large dose of amphetamines may cause fever and sweating, a dry mouth, headache, paleness, blurred vision, dizziness, irregular heart beat, high blood pressure, collapse or even death.

-         Heroin
Heroin is made from opium flowers. It is in the form of white to dark brown powder. Heroin can be used in many ways. The users usually inject, smoke it in a pipe, mix it with a cigarette, or snort it as a powder. Heroin block emotional and physical pain. The user will fee’high’, warm, heavy and sleppy. Breathing become very slow, the body temperature drops and the heart beat becomes irregular. Using a ;arge dose of heroin can kill the user.

TUGAS Bahasa Inggris 2 Most Dangerous Animals

      1.)    Snake               :   50.000-100.000 people die every year from snake bites.
2.)    Shark               :   shark attack about 100 people per year ; about 25 attacks result
                                 in death.
3.) Mosquitoes       :   mosquitoes transmit malaria, which kills between one and three
                                 million people every year.
4.) Tiger                 :   In the sunderbans regions of India, 521 people were killed by
                                 tigers between 1975 and mid-1989.
5.) Crocodiles        :   Saltwater crocodiles and Nile crocodilrs kill hundreds of people
                                 every year.
6.) Spider               :   Over a 217-year period in USA, there were 1.291 recorded black
                                 widow spider bites. Fifty-five of the victims died.
7.) Bee                   :   About one person in 200 is allergic to bee and wasp venom. In
                                  the USA,  between 50 and 100 people die every year from bee
                                  and wasp stings.